Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan Berpotensi Melemah di Kisaran 5.825-5.987

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 30 April 2018 - 10:08 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal kembali tertekan pada perdagangan Senin (30/04/2018) pada kisaran 5.825-5.987, kendati pada akhir pekan lalu ditutup naik 0,17% ke posisi 5.919.

“Kendati IHSG diharapkan dapat bergerak positif, akan tetapi para pelaku pasar diminta untukk tetap mewaspadai potensi pelemahan indeks tersebut akibat berlanjutnya aksi jual pada perdagangan hari ini,” papar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Senin (30/04/2018).

Reza mengemukakan, IHSG hingga kini masih berpeluang menguat karena didukung oleh aksi beli. Pasalnya, secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) dan stochastic saat ini sudah kembali menunjukkan bahwa pasar mengalami jenuh jual (oversold). Sementara itu, indikator long spinning sudan mendekati lower bollinger band.

“Jadi yang terjadi saat ini adalah aksi jual yang berlebihan dilakukan para pelaku pasar sehingga menghambat potensi kenaikan indeks. Karena itu, aksi jual itu diharapkan dapat tertahan sehingga kondisi itu dapat dimanfaatkan kembali untuk melakukan aksi beli saham,” papar Reza.

Reza menuturkan, pergerakan IHSG hari ini yang diprediksi masih diwarnai oleh berlanjutnya aksi jual dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mencermati pergerakan harga saham-saham pilihan mereka.

Sementara itu, Reza meminta para pelaku pasar untuk mencermati saham-saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Jatim Tbk (BJTM) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →