Saham-saham Sektor Aneka Industri Berupaya Kerek IHSG Dekati Level 6.000

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 27 April 2018 - 11:08 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.30 waktu JATS terpantau berada di posisi 5.957, menguat 0,84% atau 48 poin pada sesi pertama perdagangan Jumat (27/04/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan kemarin di level 5.909.

Penguatan indeks tersebut didorong oleh kenaikan harga 221 saham, terutama saham-saham aneka industri. Sementara itu, sebanyak 90 saham mengalami penurunan harga, 96 saham stagnan dan 213 saham belum ditransaksikan. IHSG bergerak pada kisaran 5.949-5.997.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI tercatat sebesar Rp2,04 triliun. Itu terdiri dari nillai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp1,48 triliun dan di Pasar Negosiasi senilai Rp560,89 miliar.

Sedangkan total volume transaksi mencapai sebanyak 17,97 juta lot saham, hasil dari 87.995 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih sebesar Rp105,15 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 140.310 lot saham.

Seluruh indeks sektoral menghijau, Indeks sektor aneka industri mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 1,46% atau 17,99 poin ke possi 1.243. Kemudian diikuti oleh indeks sektor keuangan dan indeks sektor industri dasar yang masing-masing naik 1,24% dan 1,19%. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →