Alas Kaki Masih Jadi Primadona Ekspor Nonmigas Provinsi Banten

Oleh : Hariyanto | Jumat, 13 April 2018 - 16:50 WIB

INDUSTRY.co.id - Serang - Mata dagangan alas kaki seperti sepatu dan sandal masih menjadi primadona ekspor nonmigas Provinsi Banten dari bulan ke bulan dengan nilai ekspor sebesar US$100 juta, sementara golongan barang lainnya di bawah US$100 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno mengatakan alas kaki menjadi andalan ekspor nonmigas Banten karena daerah itu memiliki banyak industri alas kaki yang produknya berorientasi ekspor.

Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang pada Februari 2018 mencapai US$605,05 juta, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar US$287,57 juta. 

Nilai ekspor nonmigas terbesar pada Februari 2018 berasal dari golongan barang alas kaki yaitu mencapai US$194,93 juta, disusul oleh plastik dan barang dari plastik serta bahan kimia organik dengan ekspor masing-masing sebesar US$76,34 juta dan US$67,27 juta.

Tujuh dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Februari 2018 mengalami penurunan kecuali timah, kertas/karton, serta berbagai makanan olahan yang meningkat masing-masing US$20,62 juta, US$3,39 juta, dan US$9,28 juta. 

Penurunan nilai ekspor tertinggi berasal dari golongan barang alas kaki disusul oleh bahan kimia organik dengan penurunan masing-masing sebesar US$42,41 juta dan US$13,68 juta. 

Sedangkan pada lima barang yang lain penurunan nilai ekspor masing-masing kurang dari US$9,00 juta dengan peningkatan terendah berasal dari golongan barang mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$0,35 juta.

Ekspor nonmigas sepuluh golongan barang utama untuk Januari - Februari 2018 memberikan kontribusi 66,43% terhadap total ekspor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang utama tersebut naik 5,23% atau sebesar US$62,19 juta dibanding ekspor nonmigas pada periode yang sama tahun lalu yang telah mencapai US$1.189,76 juta.

Tujuh dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas Januari - Februari 2018 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada 2017. Peningkatan tertinggi berasal dari timah yang naik US$57,62 juta, dan terendah terjadi pada golongan berbagai makanan olahan sebesar US$3,79 juta.

Bila dibandingkan secara bersamaan untuk sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Februari dan Januari 2018, maka akan didapati sembilan golongan barang yang sama, kecuali timah. 

Tujuh dari sembilan golongan barang tadi, kecuali kertas/karton dan tembaga merupakan golongan barang yang selalu masuk dalam sepuluh golongan barang utama ekspor nonmigas Banten selama satu tahun terakhir, dengan pangsa ekspor nonmigas gabungan tidak pernah kurang dari 54%.

Soebeno menambahkan nilai ekspor Banten Februari 2018 turun 9,88% dibanding bulan sebelumnya dari US$992,29 juta menjadi US$894,23 juta. Penurunan ekspor tersebut terutama disebabkan oleh ekspor nonmigas yang mengalami penurunan 10,03% dari US$992,11 juta menjadi US$892,62 juta. Kebalikan ekspor migas naik 805,96% dibanding bulan sebelumnya, dari US$0,18 juta menjadi US$1,61 juta.

Sepuluh golongan barang utama ekspor nonmigas Banten pada Februari adalah alas kaki (US$194,93 juta), plastik dan barang dari plastik (US$76,34 juta), bahan kimia organik (US$47,27 juta), berbagai makanan olahan (US$43,26 juta), mesin-mesin/pesawat mekanik (US$42,61 juta), timah (US$39,12 juta), mesin/peralatan listik (US$37,96 juta), tembaga (US$35,12 juta), karet dan barang dari karet (US$34,74 juta), kertas/karbon (US$33,71 juta).

Sebanyak 12 negara tujuan ekspor nonmigas Banten Februari adalah Filipina (US$54,98 juta), Thailand (US$43,97 juta), Myanmar (US$42,38 juta), Jerman (US$21,65 juta), Belgia (US$20,13 juta), Belanda (US$12,54 juta), Amerika Serikat (US$142,12 juta), Tiongkok (US$116,13 juta), Jepang (US$76,83 juta), India (US$34,49 juta), Korea Selatan (US$28,27 juta) dan Australia (US$20,20 juta).