Ketum HKI Sebut Program PPSP Jadi Jawaban Birokrasi Perizinan di Indonesia

Oleh : Ridwan | Selasa, 10 April 2018 - 15:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Karawang, Pelayanan perizinan satu pintu (PPSP) merupakan salah satu bagian jawaban dari birokrasi perizinan dan kepastian hukum bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) sekaligus Direktur Kawasan Industri Karawang Internasional Industrial City (KIIC) Sanny Iskandar dalam acara Peresmian PPSP di Kawasan Industri KIIC, Jawa Barat, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, dengan adanya PPSP, para investor yang ingin mengurus perizinan dan mendapatkan informasi awal mereka bisa datang ke PPSP.

"Jadi semua informasi tentang proses perizinan baik yan terkait dengan investasi, masalah lingkungan, serta masalah pendirian pabrik bisa disini," ujar Sanny.

Lebih lanjut, ia mengatakan, program PPSP sudah masuk ke dalam program pemerintah khususnya setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Perpres Nomor 91 tahun 2017 dimana dalam Perpres tersebut disebutkan dalam rangka percepatan pelaksanaan berusaha akan dilakukan online single submission (OSS).

"Melalui OSS secara aplikasi elektronik semua perizinan akan terintegrasi antara pemerintah pusat dengan daerah melalui satu pintu," terangnya.

Sanny berharap proses ini berjalan lancar. Menurutnya, Presiden Joko Widodo sendiri maupun dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian termasuk Kementerian Perindustrian dan BKPM memang sudah sangat ingin supaya program ini dapat dilaksanakan.

Ia melanjutkan, melalui PPSP proses perizinan akan lebih efisien dan tidak akan memakan waktu lama. Dengan program PPSP, investor bisa langsung bangun pabrik, sedangkan perizinannya berjalan pararel sehingga perkiraan dapat memangkas waktu hingga 18 bulan. 

"Dengan efisiensi waktu tersebut dapat memberikan efek positif bagi dunia usaha," tutur Sanny.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →