Rehat Tengah Hari, IHSG Terpangkas 31 Poin ke Posisi 6.210

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 03 April 2018 - 12:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,49% atau 31 poin ke posisi 6.210 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini dibandingkan posisi pada akhir perdagangan kemarin di level 6.240.

Penurunan IHSG tersebut disebabkan terpangkasnya harga 192 saham pada sesi pertama perdagangan hari ini. Selain itu, ada 144 saham yang mengalami kenaikan harga, 126 saham stagnan dan 154 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI tercatat sebesar Rp2,76 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler senilai Rp2,38 triiun, di Pasar Negosiasi sebesar Rp376,77 miliar dan di Pasar Tunai senilai Rp1,01 miliar.

Total volume perdagangan pada sesi pertama perdagangan hari ini mencapai 46,81 juta lot saham, hasil dari 215.158 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih bernilai Rp111,45 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 316.190 lot saham.

Sebanyak enam dari sembilan indeks sektoral melemah. Indeks sektor agrikultur mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 0,5% atau 8,58 poin ke posisi 1.700. Kemudian disusul oleh indeks sektor aneka industri dan indeks sektor keuangan yang masing-masing mengalami penyusutan 0,48% dan 0,37%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah INDF yang harganya turun 2,04% atau Rp150 menjadi Rp7.200 per unit, HMSP yang harganya tergerus 1,95% atau Rp80 menjadi Rp4.030 per unit dan LPPF yang harganya terpangkas 1,89% atau Rp200 menjadi Rp10.375 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah INCO yang harganya terangkat 3,83% atau Rp110 menjadi Rp2.980 per unit, MNCN yang harganya naik 3,18% atau Rp45 menjadi Rp1.460 per unit dan SMGR yang harganya meningkat 2,35% atau Rp250 menjadi Rp10.875 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →