Penanganan Masalah Stunting Perlu Intervensi Dana Desa

Oleh : Herry Barus | Kamis, 29 Maret 2018 - 10:26 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan penanganan "stunting" atau gangguan tumbuh kembang pada anak memerlukan intervensi dana desa karena ada sekitar 1.000 desa di Tanah Air yang mempunyai anak dengan kondisi tersebut.

"Ada sekitar 1.000 desa yang di daerahnya ada "stunting". Ini yang harus diintervensi dengan dana desa, kami bantu intervensi juga dengan pendampingan bagi hamil dan pemberian makanan sehat," ujar Nila Moeloek dalam acara rembuk stunting di Jakarta, Rabu (28/3/2018)

Nila menjelaskan untuk penanganan stunting tersebut harus dilakukan secara bersama dan lintas kementerian karena masalah "stunting" tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi mempengaruhi kecerdasan anak, penyakit degenatif pada masa depan, dan juga tumbuh kembang anak.

"Tugas dari Kemenkes melakukan intervensi secara spesifik. Kami ditolong dengan lingkungan yang baik, pola hidup bersih dan sehat itu yang paling penting. Pendidikan dan kesehatan harus menjadi kepedulian utama, karena banyak di daerah yang diskriminasi gender," katanya.

Begitu juga pola asuh, lanjut Nila, juga mempengaruhi dalam penanganan masalah "stunting". Selain itu, Nila melihat peranan Kementerian Agama juga turut mempengaruhi karena banyak ulama yang memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat.

"Perkawinan anak banyak di desa, akibatnya anak bisa lahir dengan berat badan rendah. Begitu juga mandi cuci kakus (MCK) juga harus diperhatikan, akses air bersih, penanganan harus terintergrasi dan bersama. Kami hitung kerugian secara ekonomi, karena satu dari tiga anak yang kurang secara kognitif maka bisa merepotkan," cerita dia.

Pola pikir masyarakat dalam memanfaatkan MCK, kata dia, meski dibangun tetapi perilaku masyarakat tetap sembarangan buang air besar.
 

 

Herry Barus Lihat semua artikel →