Setelah Izin Amdal Rampung, SMGR akan Operasikan Pabrik Semen Rembang

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 19 Januari 2017 - 09:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) optimistis bakal dapat mengoperasikan pabrik semen baru di Rembang, Jawa Tengah, setelah manajemen perseroan menyelesaikan masalah izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang diperkirakan rampung pada awal Februari 2017.
 
“Kalau Amdal selesai, maka kami akan mengoperasikan pabrik di Rembang pada Februari mendatang,” ujar Rizkan Chandra, Direktur Utama SMGR, dalam sebuah acara kerjasama SMGR dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Rabu (18/1/2017) petang.
 
Rizkan menuturkan, manajemen SMGR pada awal Februari mendatang akan menyelesaikan revisi izin lingkungan seperti yang diminta oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. “Revisi amdal kami saat ini sedang berlangsung dan kami perkirakan pada awal bulan depan bakal selesai,” imbuhnya.
 
Perbaikan izin Amdal itu terkait dengan permintaan Ganjar Pranowo agar Semen Indonesia menyempurnakan dokumen adendum Amdal dan revisi Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan yang didasari putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.
 
Selain itu, Ganjar juga memerintahkan agar Komisi Penilai Amdal Provinsi Jawa Tengah melakukan proses penilaian dokumen adendum Amdal dan RKL-RPL untuk memenuhi putusan PK Nomor 99 PK/TUN/2016 tertanggal 5 Oktober 2016.
 
Seperti diketahui, Ganjar Pranowo telah mencabut izin pembangunan dan pengoperasian pabrik SMGR di Rembang yang tertuang dalam SK Gubernur No. 660.1/4-2017 tertanggal 16 Januari 2017 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur No. 660.1/30-2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik Semen Semen Indonesia.(iaf)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →