2018, Produksi CPO Sawit Sumbermas Sarana Ditargetkan Tumbuh 17 Persen

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Maret 2018 - 11:40 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) ditargetkan mencapai 346.600 ton pada 2018. Itu artinya lebih tinggi sekitar 17% dibandingkan dengan realisasi produksi CPO perseroan pada 2017 sebanyak 296.239 ton.

“Kenaikan produksi CPO kami tersebut dimungkinkan karena adanya proyeksi pertumbuhan tandan buah segar sekitar 17,6% menjadi 1,47 juta ton pada tahun ini,” ujar Swasti Kartikaningtyas, Sekretaris Perusahaan SSMS, di Jakarta, baru-baru ini.

Disamping itu, demikian Swasti, pertumbuhan produksi CPO perseroan juga ditopang oleh adanya peningkatan kapasitas produksi pabrik. Perseroan saat ini sedang membuat dua pabrik baru yang ditargetkan berproduksi tahun ini.

“Paling tidak, salah satu dari kedua pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini,” jelas Swasti.

Swasti menuturkan, setelah pembenahan kapasitas produksi CPO selesai dilaksanakan, perseroan berencana untuk menambah luas lahan sawit miliknya. Akan tetapi, hingga kini pemerintah masih mengatur moratorium penambahan lahan sawit tersebut.

“Karena itu, kami hingga kini masih akan terus mengoptimalkan lahan yang ada. Kendati harga CPO terus melorot, akan tetapi bisnis sawit masih memiliki prospek pertumbuhan yang cukup baguk kedepan,” papar Swasti.

Swasti mengungkapkan, kendati harga CPO terus merosot, namun manajemen SSMS dapat mengantisipasinya dengan mengatur strategi penjualan CPO lebih lanjut. Itu terlihat dari penjualan perseroan tahun lalu yang tumbuh 19% menjadi Rp3,24 triliun dengan peningkatan laba bersih sebesar 33% menjadi Rp787,08 miliar. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →