Hari ini, IHSG Diprediksi Lanjutkan Penurunan di Kisaran 6.221-6.272

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 21 Maret 2018 - 11:48 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal melanjutkan penurunan jangka pendeknya setelah kemarin kembali turun 0,73% ke posisi 6.243.

“Penurunan yang terjadi kemarin disebabkan oleh kegagalan indeks untuk mempertahankan titik supportnya di kisaran 6.255-6.277. Tetapi pada perdagangan hari ini, IHSG tampaknya akan bergerak di kisaran 6,221-6,272,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, di Jakarta, Rabu (21/03/2018).

Reza menjelaskan, dengan mencermati data tersebut, maka terlihat tekanan terhadap indeks tampaknya belum berkurang sehingga pada perdagangan hari ini IHSG diprediksi masih bakal melanjutkan tren penurunan tetapi terbatas.

“Kendati pelemahan indeks pada hari ini kemungkinannya terbatas tetapi para pelaku pasar diminta untuk tetap waspada terhadap aksi ambil untung (profit taking) yang dapat membuat kenaikan IHSG tertahan,” papar Reza.

Karena ada perkirakan bahwa IHSG akan melanjutkan penurunannya pada perdagangan hari ini, maka Reza merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

“Saham-saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) juga cukup baik untuk dikoleksi pada hari ini,” pungkas Reza. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →