Intraco Penta Alokasikan Belanja Modal Rp100 Miliar untuk 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Sabtu, 17 Maret 2018 - 11:41 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Manajemen PT Intraco Penta Tbk (INTA) mengalokasikan dana belanja barang modal (capital expenditure/capex) bernilai Rp100 miliar untuk 2018. Sebagian besar dana capex itu berasal dari dana internal perseroan.

“Dana itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas baru, pengembangan bisnis dan pengembangan infrastruktur pendukung. Itu dilakukan sejalan untuk meraih target pendapatan senilai Rp2 triliun pada tahun ini,” ujar Stepanus Ardhanova, Corporate Secretary INTA, di Jakarta, baru-baru ini.

Stepanus mengemukakan, perseroan memiliki berbagai lini bisnis yang saling bersinergi agar dapat mencapai target penjualan tersebut pada tahun ini. Sekitar 80% dari total target penjualan tahun ini masih dikontribusikan dari penjualan alat-alat berat. Sisanya merupakan pendapatan yang berasal dari dari jasa pertambangan dan fabrikasi serta pendukung infrastruktur.

Stepanus menjelaskan, pemulihan yang terjadi di sektor pertambangan batu bara berdampak pada peningkatan penjualan alat-alat berat perseroan. Disamping itu, kondisi tersebut juga terus mendorong pertumbuhan di sektor penyewaan alat-alat berat.

“Di samping itu, pertumbuhan sektor infrastruktur juga mendorong lini bisnis pendukung infrastruktur. Dengan pemulihan sektor batu bara, maka penjualan alat berat ditargetkan tumbuh 35% dibandingkan pada tahun sebelumnya,” papar Stepanus.

Kendati demikian, Stepanus masih belum dapat menjelaskan mengenai kepastian kenaikan harga jual. Menurut Stepanus, kenaikan harga jual tersebut sangat tergantung pada kebijakan prinsipal alat berat Volvi CE yang sejalan dengan permintaan dan pasokan industri. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →