Sektor Pertambangan Hempaskan IHSG ke Posisi 6.376 di Akhir Sesi Pertama

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Maret 2018 - 12:48 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada posisi 6.376, turun 0,57% atau 37 poin di akhir sesi pertama perdagangan Rabu (14/03/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.412.

Penurunan IHSG pada rehat tengah hari ini disebabkan oleh penurunan harga 205 saham, terutama saham-saham sektor pertambangan. Disamping itu, terdapat pula 137 saham yang mengalami kenaikan harga, 116 saham stagnan dan 157 saham tidak ditransaksikan.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,17 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp2,65 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp526,61 miliar dan di Pasar Tunai bernilai Rp20,86 juta.

Sementara itu, total volume perdagangan tercatat sebanyak 55.43 juta lot, hasil dari 208.776 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih (net selling) bernilai Rp304,81 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 128.164 lot saham.

Seluruh indeks sektoral BEI melemah di sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks sektor pertambangan mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,48% atau 27,94 poin ke posisi 1.858. Kemudian diikuti oleh indeks sektor agrikultural dan indeks sektor properti yang masing-masing tergerus 0,9% dan 0,89%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah LPPF yang harganya turun 5,36% atau Rp625 menjadi Rp11.025 per unit, INDY yang harganya susut 4,31% atau Rp160 menjadi Rp3.550 per unit dan ADRO yang harganya tergerus 2,76% atau Rp60 menjadi Rp2.110 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah HMSP yang harganya naik 1,19% atau Rp50 menjadi Rp4.260 per unit, BJBR yang harganya meningkat 0,92% atau Rp20 menjadi Rp2.200 per unit dan TPIA yang harganya terangkat 0,43% atau Rp25 menjadi Rp5.775 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →