Sektor Pertambangan Pangkas IHSG ke Posisi 6.403 di Sesi Awal Perdagangan BEI

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 14 Maret 2018 - 10:11 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun 2 poin ke posisi 6.410 di awal sesi pertama perdagangan Rabu (14/03/2018) ini dibandingkan posisi pada sesi penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 6.412.

Pada pukul 09.25 waktu JATS, IHSG terpantau di posisi 6.403, turun 0,15% atau 10 poin dibandingkan posisi kemarin. Sebanyak 140 saham harganya turun, terutama saham-saham pertambangan. Itu terlihat dari indeks sektor pertambangan yang tergerus 0,84% atau 15,18 ke posisi 1.871.

Disamping itu, sebanyak 120 saham mengalami kenaikan harga, 109 saham stagnan dan 248 saham belum ditransaksikan. IHSG pada perdagangan saat ini bergerak di kisaran 6.393-6.412.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp710,24 miliar. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler tercatat sebesar Rp658,57 miliar dan di Pasar Negosiasi senilai Rp51,67 miliar.

Total volume perdagangan tercatat sebanyak 16,22 juta lot saham, hasil dari 46.744 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan bersih saham senilai Rp35,13 miliar dengan volume pembelian bersih sebanyak 97.888 lot saham.

Sebanyak delapan dari sembilan indeks sektoral BEI menyusut pada perdagangan saat ini. Indeks sektor pertambangan melanjutkan penyusutannya, dimana saat ini telah terpangkas 1,06% atau 20,86 poin ke posisi 1.866. Kemudian disusul indeks sektor agrikultur dan indeks sektor infrastruktur yang masing-masing terpangkas 0,76% dan 0,41%. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →