Siasat Industri Ritel Melawan Kelesuan, Merambah Online (Habis)

Oleh : Kormen Barus | Minggu, 11 Maret 2018 - 13:00 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kehadiran e-commerce memang telah menciptakan disrupsi dalam bisnis ritel. Karena saat ini mulai berubah pola penjualan ritel menjadi ke arah online dan non tunai (cashless).

Hal tersebut dikarenakan cunsomer behavior (kebiasaan konsumen dalam berbelanja) sudah berubah saat ini, dimana mereka lebih mementingkan layanan dan fitur dari pembelian sebuah produk dibandingkan produknya itu sendiri.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey , sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi perubahan pola perilaku konsumsi saat ini.

Strategi merambah online tersebut merupakan inovasi yang dilakukan oleh para pelaku retail untuk menjangkau target pasar yang kini juga berubah.

Para pelaku ritel mulai mengonline-kan bisnis retail yang awalnya offline atau yang dikenal sebagai omnichannel.

Yaitu model bisnis yang menggabungkan berbagai saluran atau jalur penjualan yang mengaitkan dengan internet, smartphone, tablet, PC hingga alat teknologi terbaru baik mulai dari pemilihan, pembelian hingga pembayaran barang.

Omnichannel menjangkau tidak hanya soal pembayaran tetapi juga media untuk melakukan penjualan.

Menurut Roy, model strategi bisnis saat ini tidak hanya mengandalkan model menjual barang melalui bisnis online melalui platform web seperti e-commerce.

Tetapi juga ada juga model inovasi seperti O2O atau pembeli membeli barang melalui platform online tetapi mengambil barang melalui offline.

Jadi, hingga kini, toko-toko offline juga telah menggunakan inovasi model omnichannel maupun O2O sudah semakin banyak.

Saat ini anggota asosiasi pengusaha retail Indonesia yang berjumlah sekitar 600 anggota dan 36.000 toko tersebut, sekitar 90% nya sudah berubah ke arah penjualan online dari sebelumnya offline.

10% anggota asosiasi yang offline tersebut masih berasal dari ritel-ritel yang berada di desa-desa. Mereka masih nyaman dengan pola konvensional dalam bisnisnya dan belum mau terpengaruh dengan tren konsumen yang membeli barang secara online saat ini.

Peritel yang mulai merambah bisnis online di antaranya adalah PT Mitra Adiperkasa. Dua tokonya tutup tahun lalu yaitu Debenhams dan Lotus.

Direktur PT MAP Ecom Adiperkasa S. Ravi Kumar mengatakan perusahaan berambisi menjadi pemain omnichannel yang sukses di Indonesia.

Adapun PT MAP Ecom Adiperkasa merupakan anak perusahaan dari PT Mitra Adiperkasa.

"Masa depan kami adalah omnichannel, kami berharap dapat menjadi omnichannel player yang memberikan customer experience, " katanya.

Dia menambahkan lewat omnichannel, maka tidak terbatas hanya pada satu kanal penjualan saja. Saluran bisa jadi toko offline, e-commerce atau saluran lainnya.

Perusahaan juga membangun lima komponen sebagai startegi omnichannel, yaitu brand, toko offline, website dan aplikasi MAP emall, program loyalitas pelanggan lewat MAP Club, dan kerja sama dengan saluran e-commerce lainnya.

Dia mencontohkan para pemain global di Amerika Serikat dan China juga mengembangkan omnichannel.

Ravi meyakini dengan tren global di industri ritel, hal yang sama juga akan terjadi dengan industri ritel di Indonesia. Untuk itu, pihaknya juga menerapkan startegi omnichannel.

Kormen Barus

Pimpinan Redaksi

Kormen Barus adalah seorang jurnalis dan editor senior yang saat ini dikenal sebagai Pimpinan Redaksi di media portal berita nasional ⁠Industry.co.id. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai jurnalis untuk portal Infomoneter dan Redaktur Pelaksana di Majalah Business Review. Selain aktif di dunia jurnalistik, ia adalah penulis yang telah menerbitkan karya di bidang lingkungan, seperti buku yang berjudul "Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa

Lihat semua artikel →