Kadin Soroti Struktur Tenaga Kerja Sektor Pangan
INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyoroti struktur tenaga kerja sektor pangan dalam kaitannya dengan produk domestik bruto (PDB) sehingga diharapkan dapat ditemukan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor pangan.
"Sektor pertanian, peternakan dan perikanan juga terbebani oleh banyaknya tenaga kerja disektor tersebut dan sedikitnya sumbangan pertanian kepada PDB," kata Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani dalam rilis, Jumat (9/3/2018)
Data BPS per Agustus 2017, menunjukkan bahwa dari total tenaga kerjadi Indonesia yang berjumlah 121,02 juta. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja disektor pertanian (di pedesaan) meliputi 35.93 juta orang atau sebesar 29.69 persen, yang merupakan jumlah tenaga kerja terbesar dibanding di sektor-sektor lainnya.
"Sedangkan kalau dilihat dari struktur PDB dan pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha, jelas terlihat adanya ketimpangan, dimana pertumbuhan sektor pertanian adalah 3,81 persen dan sumbangan pertanian pada PDB hanya 13,14 persen, sedang pertumbuhaan sektor industri 4,27 persen dan sumbangan sektor industri pada PDB adalah 20.16 persen," ucap Rosan.
Dengan demikian, lanjutnya sumbangan sektor pertanian kepada PDB relatif kecil, sedang jumlah tenaga kerjanya sangat besar.
Ia berpendapat bahwa hal itu berdampak kepada tingkat kemiskinan di sektor pertanian tinggi dibanding dengan sektor lainnya.
Untuk itu, ujar dia, terdapat sejumlah permasalahan utama yang harus mendapatkan perhatian antara lain keterbatasan akses pada lahan, keterbatasan akses pada modal dan pasar, keterbatasan SDM, kelembagaan dan teknologi tepat guna.
"Apabila pemerintah dapat mengatasi persoalan-persoalan dan kendala-kendala yang dihadapi oleh para petani tersebut, niscaya pertumbuhan dan kontribusi sektor pertanian pada stuktur PDB akan dapat ditingkatkan secara signifikan," ucapnya.
Sejalan dengan itu, ujar dia, kemampuan dan ketrampilan SDM terutama di bidang pertanian, peternakan dan perikanan perlu terus ditingkatkan, sehingga produktifitas dan daya belinya semakin meningkat.