Penjualan Japfa Comfeed Indonesia Tumbuh 9,38% pada 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 02 Maret 2018 - 08:24 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penjualan konsolidasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) tumbuh 9,38% menjadi Rp29,6 triliun pada 2017 dibandingkan dengan realisasi penjualan perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp27,06 triliun.

Menurut laporan keuangan perseroan, Jumat (02/03/2018), mayoritas penjualan perseroan dikontribusikan oleh pakan ternak, peternakan dan produk-produk konsumen. Ketiga segmen tersebut menyumbang Rp23,31 triliun bagi penjualan konsolidasi perseroan pada 2017.

Disamping itu, total penjualan ketiga segmen tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 11,21% dibandingkan dengan realisasi penjualan pada 2016 yang sebesar Rp20,96 triliun. Di samping itu, bisnis penjualan anak ayam berumur sehari (day old chicken/DOC) juga meningkat.

Kendati demikian, kenaikan penjualan JAPFA pada 2017 tersebut mendorong peningkatan beban pokok penjualan sebesar 13,85% menjadi Rp24,57 triliun dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp21,58 triliun.

Kondisi tersebut mengakibtkan laba kotor JAPFA pada 2017 tergerus menjadi tinggal Rp5,03 triliun dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya yang masih berada di level Rp5,48 triliun.

Penurunan laba kotor teresbut pada akhirnya mendorong terpangkasnya laba usaha dari Rp3,17 triliun pada 2016 menjadi tinggal Rp2,27 triliun pada 2017. Disamping itu, penurunan tersebut juga menekan laba bersih sehingga menyusut 48,85% dari Rp 2,17 triliun pada 2016 menjadi Rp 1,11 triliun pada 2017. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →