Pendapatan 2018 GMF Aero Asia Ditargetkan Lebih dari US$505,2 Juta

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 01 Maret 2018 - 09:35 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Pendapatan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), perusahaan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) terbesar di Indonesia, ditargetkan lebih dari 15% pada 2018 dibandingkan pada 2017.

Demikian diungkapkan Iwan Joeniarto, Direktur Utama GMFI, di sela-sela acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/02/2018) petang.

Karena itu, dibandingkan dengan realisasi pendapatan 2017 sebesar US$439,3 juta, maka pendapatan GMFI pada 2018 diperkirakan mencapai lebih dari US$505,20 juta.

“Dengan target pendapatan sebesar itu, maka kami optimistis perseroan dapat membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari 10% pada 2018,” ujar Iwan.

Jika dibandingkan dengan realisasi 2017 sebesar US$50,9 Juta, maka laba bersih perseroan pada 2018 diperkirakan bakal mencapai lebih dari US$55,99 juta. Dengan demikian, marjin laba bersih GMFI pada 2018 diharapkan dapat mencapai 11,08%.

Disamping target kinerja pendapatan dan laba perseroan, demikian Iwan, manajemen GMFI juga menargetkan pertumbuhan investasi yang sangat signifikan pada 2018, yaitu hampir sebesar 400% dibandingkan realisasi investasi pada 2017.

Target investasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$100 juta, yang akan digunakan untuk sejumlah program organik maupun anorganik, terutama difokuskan untuk ekspansi bisnis serta beberapa inisiatif strategis lainnya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan perusahaan.

“Pertumbuhan investasi yang sangat signifikan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan perseroan pada tahun-tahun mendatang, tetapi juga dapat meningkatkan pasar perawatan pesawat yang digarap perseroan,” imbuh Iwan. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →