2017, Pendapatan Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tumbuh 13%

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 01 Maret 2018 - 08:54 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), perusahaan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan US$439,3 juta pada 2017, tumbuh 13% dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar US$388,7 juta.

Dari pendapatan sebesar itu, GMFI mengantongi laba bersih sebesar US$50,9 Juta. Itu menunjukkan kenaikan sebesar 15,3% jika dibandingkan dengan laba bersih 2016 sebesar US$44,2 Juta

Memang, menurut laporan keuangan 2016, laba bersih GMF yang telah diaudit tercatat sebesar US$57,7 juta. Akan tetapi, angka tersebut merupakan gabungan dari perolehan laba GMFI dengan extraordinary transaction, yaitu Employee Benefit Obligation (EBO). Sedangkan tanpa EBO, laba bersih GMF pada 2016 adalah Rp44,2 juta.

Kinerja perseroan pada 2017 merupakan suatu bukti komitmen manajemen perusahaan terhadap pemegang saham dan publik bahwa GMF dapat menjawab tantangan yang dihadapinya setiap tahun, ujar Iwan Joeniarto, Direktur Utama GMFI, pada acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/02/2018) petang.

Iwan menuturkan, manajemen perseroan akan konsisten untuk terus meningkatkan kinerja secara berkelanjutan sehingga pendapatan dan laba bersih dapat senantiasa mengalami pertumbuhan setiap tahun.

Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih 2017 didukung oleh seluruh lini perseroan yang telah berkontribusi dalam pencapaiannya. Sekitar 31% dari pendapatan dikontribusikan oleh bisnis perawatan komponen pesawat, bisnis Base Maintenance sebesar 22%, line maintenance sebesar 21% dan Engine Maintenance 19%, papar Iwan.

Di samping itu, demikian Iwan, pertumbuhan kinerja perseroan juga didukung oleh program efisiensi yang terus berlanjut dan telah diterapkankan oleh manajemen perseroan dari tahun ke tahun.

Sementara itu, perseroan juga mengalami kenaikan total aset sekitar 22% menjadi US$539,2 juta pada 2017 dari US$442,6 juta pada tahun sebelumnya. Kenaikan itu karena GMFI melepaskan sahamnya kepada publik dan berhasil memperoleh dana Rp1,129 triliun.

Aksi korporasi tersebut juga mendorong peningkatan ekuitas perseroan secara signifikan yaitu sebesar 77%. Sementara itu, arus kas mengalami kenaikan 38% pada 2017 dibandingkan pada tahun sebelumnya. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →