2017, Laba Bersih Astra International Tumbuh 25%

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 28 Februari 2018 - 14:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Astra International Indonesia Tbk (ASII) membukukan laba bersih Rp18,88 triliun (Rp466 per saham) pada 2017, meningkat 25% dibandingkan realisasi laba bersih pada 2016 sebesar Rp15,16 triliun (Rp374 per saham).

Tingginya pertumbuhan laba bersih 2017 tersebut karena Grup Astra memperoleh laba yang signifikan dari kembalinya PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencetak laba serta kenaikan laba dari bisnis alat berat dan pertambangan akibat kenaikan harga komoditas yagn berkelanjutan, sehingga hal itu juga berdampak positif terhadap kinerja usaha divisi agribisnis.

Meski demikian, kontribusi dari bisnis otomotif mengalami penurunan akibat persaingan ketat di pasar mobil, yang secara keseluruhan tidak menunjukkan pertumbuhan. Kinerja operasional bisnis sepeda motor cukup stabil di tengah penurunan pasar motor secara keseluruhan. Laba bersih Astra dari bisnis otomotif pada 2017 turun tipis 3% menjadi Rp8,87 triliun dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp9,17 triliun.

Pendapaatan konsolidasi ASII pada 2017 naik 14% menjadi Rp206,1 triliun dibandingkan dengan realisasi pendapatan 2016 sebesar Rp181,1 triliun.

Sementara itu, nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp3.054 per 31 Desember 2017, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Nilai kas bersih di luar Grup Jasa Keuangan tercatat Rp2,7 triliun pada 2017 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp6,2 triliun. Penurunan itu karena investasi baru yang dilakukan sepanjang 2017 pada jalan tol, properti dan pembangkit listrik.

Sejalan dengan itu, total utang Astra pada 2017 tercatat sebesar Rp9,2 triliun, meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp7,1 triliun. Anak usaha Astra di bidang jasa keuangan membukukan utang bersih Rp46,1 triliun pada 2017 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp47,7 triliun. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →