Lonjakan Laba Bersih 2017 Jadi Sentimen Positif bagi Pergerakan Harga ITMG

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 26 Februari 2018 - 11:33 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Laba bersih PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) pada 2017 melonjak 93% menjadi US$253 juta dibandingkan dengan realisasi laba pada 2016 sebesar US$131,09 juta.

Pencapaian laba bersih ITMG tersebut sedikit di atas ekspektasi pasar yang ditetapkan sebelumnya sebesar US$241 juta. Sementara itu, tim analis Indo Premier Securities sebelumnya memperkirakan laba bersih ITMG pada 2017 hanya sebesar US$250 juta.

“Besar laba yang diraih ITMG pada 2017 itu dinilai sebagai sentimen positif bagi sahamnya. Kedepan, kinerja ITMG diperkirakan tetap positif sehingga dapat mendorong kenaikan harga sahamnya,” papar tim analis Indo Premier Securities dalam laporan riset, Senin (26/02/2018).

Sentimen positif terhadap saham ITMG muncul ketika harga saham perusahaan itu berada di posisi Rp31.700 per unit dengan status ”under review”.

Seperti diketahui, lonjakan laba bersih ITMG tersebut dicapai setelah perusahaan pertambangan batu bara tersebut membukukan pendapatan US$1,69 miliar pada 2017. Itu artinya, marjin laba bersih ITMG pada 2017 tercatat sebesar 14,97%.

Sementara itu, peningkatan laba ITMG pada 2017 tersebut ditopang oleh kenaikan harga jual batu bara perseroan yang mencapai 44%, kendati volume penjualannya turun 13,5% menjadi 23,1 juta ton dibandingkan pada 2016 sebanyak 26,7 juta ton. (Abraham Sihombing)

 

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →