Sore ini, IHSG Ditutup Melemah 51 Poin ke Posisi 6.593

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Februari 2018 - 17:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,76% atau 51 poin ke posisi 6.593 pada akhir perdagangan Kamis (22/02/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan satu hari sebelumnya di posisi 6.643.

Penyusutan tajam IHSG tersebut disebabkan oleh penurunan harga 237 saham, terutama saham-saham sektor aneka industri. Itu terlihat dimana indeks sektor aneka industri BEI mengalami penurunan terdalam, yakni sebesar 1,92% atau 26,22 poin ke posisi 1.343.

Disamping itu, sebanyak 142 saham mengalami kenaikan harga, 123 saham stagnan dan 113 saham tidak ditransaksikan sama sekali. IHSG sepanjang perdagangan hari ini bergerak antara 6.586-6.648.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI pada hari ini mencapai Rp7,64 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler senilai Rp6,22 triliun, di Pasar Negosiasi sebesar Rp1,43 triliun dan di Pasar Tunai senilai Rp5,55 juta.

Total volume perdagangan tercatat sebanyak 136,20 juta lot saham, hasil dari 389.714 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan saham bersih senilai Rp580,72 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 2,24 juta lot.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah BBNI yagn harganya terpangkas 3,93% atau Rp400 menjadi Rp9.775 per unit, LPPF yang harganya susut 3,31% atau Rp350 menjadi Rp10.225 per unit dan UNTR yang harganya turun 3,04% atau Rp1.125 menjadi Rp35.875 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah SMGR yang harganya naik 1,51% atau Rp175 menjadi Rp11.750 per unit, INDF yang harganya meningkat 0,98% atau Rp75 menjadi Rp7.700 per unit dan ICBP yang harganya terangkat 0,85% atau Rp75 menjadi Rp8.900 per unit. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →