Hari ini, Pergerakan IHSG Diprediksi Bakal Alami Pelemahan Terbatas

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 22 Februari 2018 - 09:13 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal kembali melemah, tetapi terbatas setelah kemarin mengalami penurunan di akhir perdagangan ke posisi 6.643.

“IHSG kemarin turun 0,29%. Persentase itu di bawah penurunan sebelumnya sebesar 0,39%. Titik support IHSG mendekati kisaran 6.643-6.656,” ujar Reza Priyambada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Kamis (22/02/2018).

Reza mengemukakan, berkurangnya persentase penurunan tersebut membuat titik support IHSG bakal berada di kisaran 6.624-6.632 dan titik resistensinya di rentang 6.656-6.666. Karena itu, kendati IHSG melemah pada perdagangan hari ini tetapi hal itu tampaknya terbatas karena para pelaku pasar tidak lagi mengambil posisi jual yang masif.

“Di samping itu, kinerja positif berbagai bursa saham Asia juga mampu menahan penurunan IHSG lebih lanjut sehingga pergerakannya diprediksi cenderung variatif. Kendati demikian, pelaku pasar harus tetap waspada terhadap akasi profit taking yang dapat membuat IHSG tertekan lebih lanjut,” papar Reza.

Karena itu, tengah potensi terjadinya koreksi lanjutan IHSG hari ini, Reza merekomendasikan saham-saham yang harus dicemati oleh para pelaku pasar, yaitu saham-saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

“Selain itu, mereka juga perlu mencermati saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pada perdagangan hari ini,” imbuh Reza. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →