Impor Bukan Satu-Satunya Solusi Bagi Polemik Tersedianya Beras

Oleh : Hariyanto | Rabu, 14 Februari 2018 - 15:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Praktisi pangan Syahroni menyebut ada tiga solusi bagi polemik dan persoalan tentang beras yakni dari sisi kelembagaan, program, dan komponen kebijakan.

Syahroni yang juga Direktur INAgri di Jakarta, Rabu (14/2/2018)  mengatakan jika tidak ada upaya dan langkah serius yang dilakukan maka beras akan terus menjadi masalah pada setiap rezim.

"Siapapun yang berkuasa, polemik mengenai beras dan pangan secara umum ini harus diselesaikan dengan paket lengkap," kata alumnus Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang itu.

Menurut dia, solusi berupa paket lengkap itu setidaknya memenuhi terobosan penyelesaian dari sisi kelembagaan, program, dan kebijakan.

"Kelembagaan terkait seperti Kementan, Kemendag, dan Bulog harus satu suara dan memiliki tafsir yang sama dalam hal istilah produksi, stok, dan distribusi sampai konsumsi," katanya.

Selanjutnya menurut dia, harus ada program yang paripurna terkait pangan misalnya dalam upaya peningkatan produksi baik dengan cara menambah luas tanam dan inovasi teknologi.

"Ini nyata-nyata harus dimiliki petani dan hadir di tengah petani," katanya seperti dilansir Antara.

Ia juga menekankan pentingnya program edukasi perilaku konsumen pangan terkait diversifikasi pangan dan mendorong agar konsumen tidak berperilaku boros beras.

Syahroni juga menilai perlunya program khusus untuk mendorong rantai tata niaga pangan yang baik dan efesien misalnya saja pasar persahabatan produsen-konsumen.

"Setelah itu perlu diikuti komponen kebijakan yang konsisten untuk perlindungan pangan yang berkelanjutan, paling tidak dimulai di tingkat daerah dengan perda dimana merupakan lokasi utama pangan itu diproduksi," katanya.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →