Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup Naik ke Posisi 6.520

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 12 Februari 2018 - 12:52 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat ke posisi 6.520, menguat 0,24% atau 15 poin di akhir sesi pertama perdagangan Senin (12/02/2018) ini dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu di posisi 6.505.

Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.498-6.529. Ada 270 saham yang mengalami kenaikan harga, 108 saham turun, 95 saham stagnan dan 141 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,69 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler tercatat Rp2,91 triliun dan di Pasar Negosiasi senilai Rp775,77 miliar.

Total volume perdagangan tercatat sebanyak 80,66 juta lot saham, hasil dari 209.886 kali transaksi. Investor asing membukukan penjualan bersih saham (net selling) sebesar Rp136,69 miliar. Tetapi kegiatan mereka itu, hinga kini masih mencatat volume pembelian bersih sebanyak 862.208 lot saham.

Sebanyak enam dari sembilan indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor agrikultur mengalami kenaikan terbesar, yaitu sebesar 1,09% atau 17,37 poin ke posisi 1.618. Kemudian diikuti oleh indeks sektor properti dan indeks sektor infrastruktur yang masing-masing meningkat 0,88% dan 0,7%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaiakn harga dan menjadi top gainers adalah MYRX yang harganya naik 34,15% atau Rp42 menjadi Rp165 per unit, SRIL yang harganya terangkat 5,49% atau Rp18 menjadi Rp346 per unit dan BUMI yang harganya meningkat 4,67% atau Rp14 menjadi Rp314 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah TPIA yang harganya tergerus 10,86% atau Rp725 menjadi Rp5.950 per unit, INTP yang harganya susut 2,29% atau Rp500 per unit ke posisi Rp21.300 per unit dan UNTR yang harganya turun 2,27% atau Rp875 menjadi Rp37.725 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →