Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan Dibuka Turun ke 6.492

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 09 Februari 2018 - 10:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun 0,78% atau 52 poin ke posisi 6.492 dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 6.544.

Hingga pukul 09.45 waktu JATS, IHSG terpantau pada level 6.494. Sebanyak 253 saham mengalami penurunan. Kendati demikian, ada 59 saham menguat, 81 saham stagnan dan 221 saham belum ditransaksikan.

Total nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp1,5 triliun. Itu terdiri dari nilai transaksi di Pasar Reguler sebesar Rp1,45 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp44,12 miliar dan di Pasar Tunai bernilai Rp622,34 juta.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 30,22 juta lot saham, hasil dari 80.082 kali transaksi. Investor asing membukukan nilai penjualan saham bersih (net selling) sebesar Rp118,36 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 658.509 lot.

Seluruh indeks sektoral BEI melemah di sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks sektor keuangan mengalami penurunan terdalam, yaitu 0,43% atau 4,33 poin ke posisi 1.179. Kemudian diikuti oleh indeks sektor konsumer dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing terpangkas 0,44% dan 0,49%.

Saham-sahamLQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah INDY yang harganya turun 5,39% atau Rp230 menjadi Rp4.040 pe runit, LPPF yang harganya terpangkas 3,31% atau Rp350 per unit menjadi Rp10.225 per unit dan ADRO yang harganya susut 3,31% atau Rp80 menjadi Rp2.340 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah MYRX yang harganya terangkat 3,48% atau Rp4 menjadi Rp119 per unit, SSMS yang harganya naik 2,07% atau Rp30 menjadi Rp1.480 per unit dan UNVR yang harganya meningkat 0,37% atau Rp200 menjadi Rp54.575 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →