Kementerian ESDM Serahkan Hibah BMN Senilai Rp359.98 Miliar Untuk 19 Provinsi
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi serta Badan Geologi menyerahkan Hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa Barang penyediaan energi dan penyediaan air bersih kepada sejumlah pemerintah daerah. BMN ini mayoritas dilaksanakan pada tahun anggaran 2017.
Dikutip dari laman resmi kementerian ESDM, Jumat (9/2/2018), total BMN yang diserahterimakan dari Kementerian ESDM kepada pemerintah daerah berjumlah 698 unit dengan nilai total sebesar Rp359.98 miliar.
BMN Direktorat Jenderal EBTKE yang diserahterimakan tersebut adalah sebanyak 654 unit, yang terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Mikro Hidro (7 unit), PLT Surya Terpusat (45 unit), PLT Hybrid (1 unit), Revitalisasi PLT Surya 1 MWp (1 unit), Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya dan Lampu LED Retrofit (474 unit), PLT POME (1 unit), dan Lampu LED Retrofit (125 unit).
Seluruh BMN ini tersebar di 30 kabupaten di 19 provinsi dengan total anggaran yang digunakan untuk pembangunan infrastrukturnya sebesar Rp343,50 miliar. Sementara itu, jumlah BMN Badan Geologi yang diserahterimakan berupa sumur bor sebanyak 44 unit senilai Rp16.48 miliar.
Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana mengungkapkan bahwa Menteri ESDM Ignasius Jonan memberi perhatian khusus atas penggunaan APBN, pemanfaatannya harus harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Perintah langsung dari Bapak Menteri ESDM agar saya hadir pada acara ini dan menyerahkan dalam rangka pelayanan publik, memaksimumkan pelayanan kita, khususnya dalam penyediaan energi berupa listrik dan juga penyediaan air bersih. Hari ini dari sisi angka lumayan membanggakan, tiap tahun 2 hingga 3 kali kita melakukan seperti ini, dan akan terus dilakukan, menunggu proses administrasi secara bertahap," ujar Rida.
Rida menjelaskan bahwa Pemerintah berkewajiban untuk menyediakan akses energi yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Setidaknya 2.519 desa di Indonesia yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih gelap gulita dan menanti kehadiran listrik di wilayahnya.
Penyerahan BMN berupa infrastrukur ketengalistrikan ini merupakan bagian dari program Nawacita untuk mewujudkan energi berkeadilan.
Ia berharap usai serah terima BMN ini, pemerintah daerah mampu melaksanakan pengelolaan aset negara yang berasal dari APBN secara efisien, efektif dan akuntabilitasnya bisa dijamin, khususnya BMN yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk dihibahkan kepada pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam akses energi dan penyediaan air bersih.