Akhir Januari 2018, IHSG Ditutup Naik ke Posisi 6.605

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 31 Januari 2018 - 17:08 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 0,46% atau 30 poin ke posisi 6.605 pada akhir perdagangan Rabu (31/01/2018) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan satu hari sebelumnya di level 6.575.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.522-6.627. Sebanyak 218 saham mengalami kenaikan harga, 162 saham turun, 130 saham stagnan dan 103 saham tidak ditransaksikan.

Nilai transaksi di seluruh segmen pasar BEI pada perdagangan hari ini mencapai Rp13,11 triliun. Nilai transaksi di Pasar Reguler tercatat sebesar Rp9,23 triliun dan di Pasar Negosiasi mencapai Rp3,88 triliun.

Volume perdagangan hari ini tercatat 226,38 juta lot saham. Itu hasil dari 417.208 kali transaksi. Investor membukukan penjualan bersih saham (net selling) bernilai Rp952,36 miliar dengan volume penjualan bersih sebanyak 7,73 juta lot saham.

Sebanyak enam dari sembilan indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor industri dasar mencatat kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 2,12% atau 15,92 poin ke posisi 769. Kemudian diikuti oleh indeks sektor perdagangan dan indeks sektor properti yang masing-masing meningkat 1% dan 0,9%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah PGAS yang harganya naik 9,66% atau Rp230 menjadi Rp2.610 per unit, BMTR yang harganya meningkat 6,38% atau Rp45 menjadi Rp750 per unit dan BRPT yang harganya terangkat 5,6% atau Rp140 menjadi Rp2.640 per unit.

Sedangkan saham-saham LQ45 yang menjadi to losers adalah ADRO yang harganya tergerus 3,92% atau Rp100 menjadi Rp2.450 per unit, MYRX yang harganya susut 3,48% atau Rp4 menjadi Rp111 per unit dan LSIP yang harganya turun 1,87% atau Rp25 menjadi Rp1.310 per unit. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →