Produsen Jembatan Baja Keluhkan Banjirnya Material Baja Impor dan Jembatan Siap Pasang
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia, jembatan menjadi salah satu proyek strategis yang sangat penting untuk menunjang akses transportasi.
Adapun beberapa jenis jembatan telah menjadi standarisasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai pemberi kebijakan untuk menentukan jenis dan model termasuk spesifikasinya.
Salah satunya jembatan rangka baja yang sudah bisa diproduksi dalam negeri. Mulai dari material, pabrikasi, sampai pemasangannya. Banyak pabrikator yang sudah membuat jembatan baja bermutu tinggi.
Terlepas dari semua itu peran asosiasi juga penting untuk memilih pabrikator maupun jasa konstruksi yang mendapat pesanan pembuatan jembatan. Dalam hal ini Asosiasi Pabrikator Jembatan Baja Indonesia (Apjebi) berperan penting sebagai wadah untuk mensosialisasikan para anggotanya untuk bisa menstandarkan jembatan baja sesuai dengan pedoman SNI dan membuat jembatan yang qualified.
"Makin banyaknya proyek jembatan makin banyak pula material yang diserap untuk membuat suatu unit jembatan," ujar Kodrat Satriawan selaku Customer Relation PT Gunung Garuda dalam acara Steel Friday Lunch Club di Jakarta, Jumat (26/1/2018)
Menurutnya, material untuk kebutuhan jembatan sudah bisa dipenuhi oleh para produsen baja tanah air. "Kebutuhan akan material jembatan baja sudah bisa kami penuhi dan kami produksi," terangnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, saat ini yang dikhawatirkan oleh para produsen adalah masuknya material impor maupun jembatan siap pasang yang sering kali dipakai oleh proyek-proyek swasta maupun proyek pemerintah.
"Tidak sinkronnya harga acuan dengan harga dilapangan menjadi polemik saat ini," ungkap Kodrat.
Sementara itu, CEO Steel Indonesia, Singgih Wasesa mendukung penuh untuk informasi harga material yang bisa menjadi acuan suatu proyek.
Dalam hal ini, lanjutnya, kami mempunyai informasi yang bisa dipercaya terkait standar material baja yang bisa dijadikan patokan untuk pemilihan spesifikasi sesuai SNI.
"Kami sepenuhnya mendukung proyek pemerintah dan juga mengingatkan teman-teman baja lainnya untuk sama-sama komunikasi dan berbagi informasi untuk menunjang kebangkitan industri baja nasional," pungkasnya.