Sarana Menara Anggarkan Rp600 Miliar untuk Bangun Menara Telekomunikasi Baru

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 25 Januari 2018 - 11:34 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) bakal mengalokasikan dana Rp600 miliar untuk membiayai pembangunan menara telekomunikasi baru pada 2018. Itu dilakukan karena perseroan telah menandatangani kontrak kerja sama dengan PT XL Axiata Tbk dan Hutchison 3.

“Investasi menara telekomunikasi baru perseroan tersebut akan sangat tergantung pada kebutuhan perusahaan-perusahaan telekomunikasi, yang merupakan klien perseroan,” ungkap Adam Gifari, Wakil Presiden Direktur TOWR, di Jakarta, baru-baru ini.

Adam mengemukakan, perseroan akan sangat berhati-hati untuk membangun menara-menara baru. Itu karena investasi yang dikeluarkan untuk membangun satu menara telekomunikasi tersebut dapat mencapai Rp900 juta hingga Rp1 miliar.

“Dana investasi yang digunakan untuk membiayai pembangunan menara telekomunikasi tersebut akan berasal dari alokasi dana belanja modal perseroan pada 2018 yang bernilai total Rp2 triliun,” papar Adam.

Adam menuturkan, untuk membangun menara telekomunikasi baru tersebut, perseroan berharap pada adanya pertumbuhan berbagai daerah baru yang membutuhkan keberadaan menara telekomunikasi baru tersebut untuk menjangkau pertumbuhan populasi penduduk.

“Kendati menganggarkan belanja modal untuk pembangunan menara baru, perseoran juga mengincar kenaikan di beberapa lini jasa lainnya seperti penambahan peralatan pada menara dan penambahan infrastruktur baru penguat jaringan,” ungkap Adam.

Adam menjelaskan, pendapatan TOWR ditargetkan naik antara 5-9% pada 2018. Persentase kenaikan tersebut mengikuti pertumbuhan industri telekomunikasi nasional, terutama aksi korporasi yang dilakukan dengan XL Axiata dan Hutchison 3.

“Sekitar 27% dari pendapatan konsolidasi perseroan berasal dari kontrak kerja sama dengan XL Axiata dan sebesar 30% berasal dari kontrak kerja sama dengan Hutchinson 3,” ujar Adam.

Disamping melakukan ekspansi usaha secara organik, perseroan juga akan melakukan ekspansi secara anorganik, yakni melalui akusisi perusahaan sejenis. Meski demikian, Adam enggan menjelaskan secara terperinci mengenai perusahaan yang sedang dijajaki perseroan untuk diakuisisi tersebut. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →