Kadin Minta Pemerintah Benahi Industri Hulu Migas dan Petrokimia

Oleh : Ridwan | Kamis, 25 Januari 2018 - 11:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kebutuhan nasional akan pasokan bahan baku berbasis industri petrokimia terus meningkat dari tahun ke tahun. Di sisi lain, impor bahan bakuberbasis migas, plastik dan olahan kimia lainnya juga mencatatkan angka yang sangat besar.

Kondisi ini menjadi gambaran betapa strategisnya posisi sektor hulu migas dan petrokimia dalam pembangunan industri nasional sekaligus potret dilema yang sedang dihadapi industri nasional.

"Tidak adanya perkembangan signifikan pada investasi di sektor petrokimia dalam dua dekade terakhir berdampak pada minimnya suplai kebutuhan akan produk petrokimia dari pabrikan dalam negeri," ulas Johnny Darmawan, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia dalamFocus Group Discussion (FGD( Membangun Industri Nasional Berkelanjutan Kajian Sektor Industri Hulu Migas dan Petrokimia yang digelar Kadin Indonesia di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (25/1/2017).

Dia menjelaskan, saat ini kebutuhan bahan baku petrokimia dalam negeri mencapai 5,6 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut pemenuhan permintaan baru mencapai sekira 2,45 juta ton per tahun. Alhasil, hampir 50% bahan baku industri untuk memenuhi permintaan sektor petrokimia masih berstatus impor.

"Pasar produk petromikia, dari hulu, antara, hingga hilir sangat besar. Namun, pasar domestik dikuasai produk impor. Dengan struktur seperti itu, praktis industri petrokimia nasional sulit bersaing," lanjut Johnny.

Menurut dia, kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah maupun pelaku usaha. Bila industri hulu migas dan petrokimia tidak segera dibenahi maka industri nasional tidak belum bisa mengarah ke status sustainable Industry. Pasalnya, industri strategis memiliki posisi strategis sebagai penyuplai bahan baku bagi sektor industri lainnya.

Oleh sebab itu, Kadin Indonesia menilai sektor hulu industri perlu mendapatkan perhatian serius dalam penataan struktur industri nasional.

"Selain memasok berbagai jenis bahan baku untuk industri lainnya, industri petrokimia hilir juga menjadi menyuplai berbagai kebutuhan harian masyarakat," tutur Johnny.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →