Sore ini, IHSG Ditutup Turun ke Posisi 6.615

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 24 Januari 2018 - 17:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 0,3% atau 20 poin ke posisi 6.615 di akhir perdagangan Rabu (24/01/2018) dibandingkan posisi pada penutupan sehari sebelumnya di posisi 6.635.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.588-6.641. Ada 197 saham mengalami kenaikan harga, 173 saham turun, 129 saham stagnan dan 114 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai perdagangan sepanjang perdagangan hari ini tercatat senilai Rp12,10 triliun di seluruh segmen pasar BEI. Nilai perdagangan di Pasar Regular tercatat sebesar Rp9,95 triliun, di Pasar Negosiasi Rp2,15 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp420,73 juta.

Volume perdagangan pada hari ini tercatat sebanyak 143,94 miliar lot saham, hasil dari 471.759 kali transaksi. Investor asing melakukan aksi jual saham bersih bernilai Rp322 miliar dengan volume penjualan bersih 3,18 juta lot saham.

Sebanyak lima dari sembilan indeks sektoral melemah. Indeks sektor konsumer mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,71% atau 51,76 poin ke posisi 2.978. Kemudian diikuti oleh indeks sektor infrastruktur dan indeks sektor keuangan yang masing-masing tergerus 1,32% dan 0,26%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan dan menjadi top losers adalah HMSP yang turun 4,55% atau Rp250 menjadi Rp5.250 per unit, TLKM yang harganya susut 2,69% atau Rp110 menjadi Rp3.980 per unit dan ANTM yagn harganya tergerus 2,5% atau Rp20 menjadi Rp780 per unit.

Sedangkan saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah ADHI yang harganya terangkat 9,43% atau Rp200 menjadi Rp2.320 per unit, PTPP yang harganya naik 9,18% atau Rp270 menjadi Rp3.210 per unit dan BUMI yang harganya meningkat 8,05% atau Rp24 menjadi Rp322 per unit. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →