Sedap! Awal Tahun, WIKA Kantongi Kontrak Rp138 Miliar

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 09 Januari 2017 - 08:25 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Baru sepekan memasuki Tahun Baru 2017, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sudah mendapat kontrak baru bernilai Rp138,107 miliar dari PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero). Kontrak tersebut berupa proyek untuk menata pantai di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Proyek tersebut terdiri dari pekerjaan pembangunan jalan dan penataan pantai Kuta, Mandalika, Lombok.
 
Dalam keterangan tertulis, Senin (9/1/2017), WIKA memenangkan tender yang digelar PT Pengembangan Pariwisata Indonesia. Keputusan pemenang tender tersebut dituangkan dalamn Surat Keputusan Nomor 01/Peng/Dir/ITDC/2017.
 
Pengumuman pemenang tender proyek tersebut dilakukan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia setelah melaksanakan evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi dan verifikasi terhadap WIKA.
 
Bagi WIKA sendiri, perolehan kontrak pada awal tahun ini merupakan langkah awal untuk mencapai target kontrak tahun ini. Kontrak yang diperoleh WIKA tahun ini diproyeksikan sekitar Rp102,94 triliun. Itu terdiri dari kontrak baru senilai Rp43,25 triliun dan carry over 2016 sebesar Rp59,69 triliun.
 
Jika dibandingkan dengan target 2016 sebesar Rp82triliun, maka proyeksi perolehan kontrak WIKA tahun ini lebih tinggi 26,3%. Sekitar 29,8% dari kontrak baru pada 2017 diprediksi berasal dari pemerintah. Adapun dari BUMN dan swasta masing-masing diperkirakan 30% dan 40,2%.
 
Sementara itu, penjualan WIKA (termasuk penjualan dari kerja sama operasi/KSO) diprediksi mencapai Rp25,75 triliun, atau lebih tinggi 32,8% dibanding target 2016 sebesar Rp17,29 triliun. Adapun laba bersihnya diperkirakan sebesar Rp1,22 triliun pada 2017.(iaf)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →