Kemenperin Targetkan Industri Pengolahan Ikan Tumbuh 10 Persen pada 2018

Oleh : Ridwan | Jumat, 19 Januari 2018 - 18:45 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, potensi perikanan di Indonesia masih berpotensi untuk ditingkatkan.

"Industri perikanan di Indonesia memang sempat surut sejak tahun 2014 lalu. Namun, mulai kembali membaik di tahun 2017," ujar Panggah Susanto dalam seminar Forum Merdeka Barat (FMB) di Gedung Kominfo, Jumat (19/1/2018).

Menurut Panggah, cadangan ikan yang dimiliki laut Indonesia saat ini seperti jenis ikan laut, salmon, cakalang dan tuna memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk beku (frozen). Begitu juga dengan udang, bila jenis jenis ini dikembangkan bisa meningkatkan geliat industri perikanan.

"Kami mentargetkan pertumbuhan industri pengolahan ikan kita kedepan akan lebih tinggi daripada Malaysia, Thailand dan Vietnam," kata Panggah.

Lebih lanjut, Panggah mengatakan dengan potensi yang ada, pemerintah memprediksi pertumbuhan industri perikanan bisa meningkat sampai 10 persen pada 2019 mendatang.

Merujuk data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor ikan pada tahun 2017 mencapai US$ 4,3 miliar. Tren ekspor menunjukkan peningkatan dari US$ 3,94 miliar pada tahun 2015 menjadi US$ 4,17 miliar pada 2016, dan kembali meningkat menjadi US$ 4,30 miliar pada 2017.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →