Kendati Berekspansi, Saham Nippon Indosari Corpindo Direkomendasikan HOLD

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 18 Januari 2018 - 10:54 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta Manajemen PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berencana membangun dua pabrik baru di Gresik, Provinsi Jawa Timur, dan Lampung pada triwulan pertama tahun ini. Kendati tidak disebutkan nilai investasinya, tetapi rencana aksi korporasi tersebut tampaknya tidak akan mengganggu arus kas perseroan.

Disamping itu, manajemen ROTI juga akan mengakuisisi sebuah perusahaan roti di Filipina, All Fit & Popular Foods Inc., senilai 173 juta peso atau setara Rp123 miliar. Kedua aksi korporasi tersebut rencananya akan dibiayai oleh dana hasil penawaran umum yang dilaksanakan pada tahun lalu sebesar Rp1,43 triliun.

Menurut tim analis Indo Premier Securities, Kamis (18/01/2018), kedua aksi korporasi itu memang tidak mengganggu arus kas perseroan, tetapi juga tidak akan berdampak langsung terhadap pendapatan perseroan dalam waktu dekat.

Alasannya, demikian tim analis tersebut, pengoperasian pabrik baru tersebut rata-rata membutuhkan waktu antara 2-3 tahun agar dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kapasitas produksi yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan volume penjualan.

Sementara itu, tim analis tersebut menilai, kontribusi pendapatan dari perusahaan yang diambil alih perseroan di Filipina tersebut diperkirakan tidak begitu besar. Karena itu, efek dari pelaksanaan kedua aksi korporasi tersebut terhadap pendapatan perseroan masih membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Berdasarkan pengamatan tersebut, maka saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) masih direkomendasikan HOLD oleh tim analis Indo Premier Securities. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →