Buyung Poetra Sembada Bangun Pabrik Penggilingan Padi di Sumatera Selatan

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 17 Januari 2018 - 19:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) akan membangun pabrik penggilingan gabah menjadi beras kemasan berkapasitas 30 ton per jam di Sumatera Selatan. Untuk itu, manajemen HOKI akan mengalokasikan investasi Rp100 miliar.

“Seluruh dana investasi tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik penggilingan tersebut. Akan tetapi penggunaannya akan dilakukan secara bertahap,” ujar Dion Surijata, Investor Relation HOKI, di Jakarta, Rabu (17/01/2018).

Dion menjelaskan, dana investasi tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Perseroan membutuhkan investasi sekitar Rp100 miliar untuk membiayai pembelian lahan pabrik, pembangunan pabrik tersebut serta berbagai mesin yang dibutuhkan.

“Saat ini, perseroan masih dalam tahap mencari lahan yang cocok untuk dibangun pabrik tersebut. Pertengahan tahun ini diharapkan sudah dapat memulai pembangunan pabrik tersebut,” tukas Dion.

Saat ini, perseroan memiliki satu pabrik serupa di Cipinang, Jakarta Timur. Pabrik penggilingan gabah menjadi beras kemasan tersebut berkapasitas produksi 30 ton per jam.

Sementara itu, terkait dengan rencana pemerintah mengimpor 500.000 ton beras, Dion mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah itu tidak akan berdampak signifikan bagi bisnis beras perseroan.

“Kami kan fokus untuk memasarkan beras premium ke pasar modern, sehingga kami tidak berhubungan langsung dengan kebijakan tersebut. Saya yakin impor beras yang dilakukan pemerintah adalah untuk stabilitas pungkas,” papar Dion. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →