Pemegang Saham Link Net Setujui Rencana Buyback Saham

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 15 Januari 2018 - 12:39 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Para pemegang saham PT Link Net Tbk (LINK) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham-saham perseroan yang beredar di pasaran. saham,

Total saham yang akan dibeli kembali oleh manajemen sekitar 7,1% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh atau sebanyak 216,17 juta unit saham dengan harga pembelian maksimum senilai Rp6.000 per unit.

“Kami akan melaksanakan buyback tersebut selama 18 bulan dengan nilai pembelian maksimum sebesar Rp1,3 triliun. Pelaksanaan buyback tersebut dimulai hari ini, 15 Januari 2017,” ujar Irwan Djaja, Presiden Direktur LINK, dalam acara paparan publik usai RUPSLB di Hotel Aryaduta, Mampang Prapatan, Jakarta Pusat, Senin (15/01/2018).

Irwan mengemukakan, buyback ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas LINK di pasar. Itu diupayakan manajemen perseroan seiring dengan peningkatan inisiatif bisnis yang dilakukan perseroan di dalam mengembangkan bisnis layanan internet broadband dan televisi berbayar.

Saat ini, total saham yang diterbitkan Link Net berjumlah 3,04 miliar unit. Sementara itu, harga LINK yang ditransaksikan hari ini sebesar Rp5.475 per unit.

Per September 2017, pendapatan konsolidasi LINK tercatat sebesar Rp2,5 triliun. Itu lebih tinggi 16,8% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp2,145 triliun. Sekitar 60% dari pendapatan tersebut dikontribusikan oleh bisnis layanan internet broadband dan sisanya dari bisnis televisi berbayar.

Sepanjang Januari-September 2017 tersebut, LINK membukukan laba usaha senilai Rp1 triliun, atau tumbuh 22% dibandingkan periode yang sama pada 2016. Dengan pencapaian tersebut, maka marjin laba usaha LINK tercatat sebesar 40%.

Sementara itu, Link meraih laba bersih sebesar Rp740 miliar selama sembilan bulan pertama 2017, atau meningkat 22% dibandingkan periode yang sama pada 2016. Karena itu, operator televisi berbayar First Media tersebut mencatat marjin laba bersih sebesar 20,6% per September 2017. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →