Pemkab Bogor Kaji Keefektifan Operasi Beras Murah

Oleh : Herry Barus | Senin, 15 Januari 2018 - 07:20 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Cibinong - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan mengkaji minat masyarakat dan keefektifan operasi pasar murah (OPM) dalam meredam kenaikan harga beras dan daging ayam yang saat ini mencapai 14 hingga 18 persen dibandingkan sebelum tahun baru.

"Saya juga heran padahal sebelum tahun baru harga lumayan stabil, malah sekarang yang mulai berangsur melonjak, tapi kami mencari tahu dulu mau tidak masyarakat dikasih beras murah dari Bulog, kalau stok ayam harus tanya dinasnya juga," kata Kepala Bidang Perdangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor Jona Sijabat, saat dihubungi di Cibinong, Minggu (14/1/2018)

Menurut Jona, Pemkab Bogordilematis untuk mengadakan OPM karena kualitas beras yang akan disediakan juga kurang baik.

Badan Urusan Logistik (Bulog), kata dia, tidak kekurangan stok beras, tetapi bermasalah pada kualitas beras medium yang diperkirakan dampak produksi sedang kurang baik, berbeda dengan daging ayam yang stok di pasar sedang menurun.

Dari hasil inspeksi mendadak Disperindag Kabupaten Bogor, harga beras Medium sebelum tahun baru yang harganya berkisar Rp9.500 per kg kini menjadi harga Rp11.000 per kg, naik 14 persen atau Rp1.500.

Harga beras premiumpun naik sekitar tujuh persen atau Rp1.000 menjadi Rp13.500 dari harga sebelumnya Rp12.500 per kg, sedangkan di level harga Rp8.700 per kg berasnya kuning.

Begitu juga harga daging ayam segar yang naik Rp2.000 atau sekitar lima persen dari Rp34.000 menjadi Rp36.000 per kg dengan diiringi penurunan stok.

Jona meyakinkan kenaikan harga di pasar wilayah Kabupaten Bogor tidak terlalu signifikan daripada daerah lainnya di Jawa Barat, yang mulai meresahkan pedagang dan masyarakat.

Dikatakannya pula bahwa Disperindag Kabupaten Bogor segera melakukan rapat koordinasi bersama Bulog dan camat pada Senin (15/1/2018) untuk menentukan langkah yang akan dilakukan untuk menekan harga.

Herry Barus Lihat semua artikel →