Pameran Produk UKM Hasilkan 8 Kali Devisa
INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM berhasil menambah devisa negara sebesar Rp 88,45 miliar atau meningkat delapan kali di tahun 2016. Pencapaian itu diraih pasca promosi kepada 637 Koperasi dan UKM di dalam negeri, dan 152 UKM untuk berpromosi di luar negeri.
"Adapun transaksi ritel dan order on site serta promosi mencapai Rp 88,45 miliar. Kita hanya biayai Rp 10,67 miliar tapi kita dapatnya Rp 88,45 miliar. itu kan luar biasa.Ini delapan kali lipatnya," kata I Wayan Dipta, Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop di kantornya, Jum'at (6/1/2017).
I Wayan Dipta menjelaskan promosi ini dilakukan untuk meningkatkan akses pasar bagi produk UMKM.
Dengan begitu diharapkan dapat mendorong permintaan produk yang dibuat oleh pelaku usaha. Terbukti dari promosi yang dilakukan secara estafet khususnya yang di luar negeri mampu mencatatkan pendapatan yang cukup fantastis.
Menurut Wayan, anggaran promosi luar negeri yang dikeluarkan untuk memfasilitasi promosi terhadap 152 UKM sebesar Rp 10,67 miliar. Namun pendapatan negara berupa devisa sebanyak Rp 88,45 miliar.
Jumlah pendapatan ini sangat fantasitis ditengah keterbatasan yang ada. Jumlah itu belum termasuk pendapatan dari promosi UKM yang dilaksanakan di dalam negeri.
Dia menambahkan promosi dan pameran produk UMKM masih akan terus dilanjutkan di 2017 ini. Pihaknya sudah menginventarisir dan telah menyusun jadwal untuk dapat terlibat dalam pameran produk UMKM skala domestik ataupun internasional.
Dia berharap capaian devisa tahun 2017 mendatang lebih meningkat dibandingkan capaian di tahun 2016. Menurutnya banyak potensi yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha dalam negeri dari ajang internasional yang sudah diagendakan.
"Februari nanti ada International Fashion Week lalu Solo Great Sale. Ini akan cukup banyak UKM yang hadir karena potensi kunjungan cukup tinggi. Tahun ini ada IFEX (International Furniture Expo) pada maret 2017. Lalu Agrenex pada Maret - April, juga Inacraft. Banyak pelaku UKM kita yang ikut tanpa kita fasilitasi tapi banyak juga UKM yang belum sanggup sewa booth karena mahal, nah ini yang akan kita kawal," pungkasnya.(iaf)