Tahun ini, Penjualan Pemasaran Summarecon Agung Ditargetkan Rp4 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 09 Januari 2018 - 09:56 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), pengembang properti yang menjadi emiten Bursa Efek Indonesia (BEI), menargetkan penjualan pemasaran (marketing sales) senilai Rp4 triliun pada 2018. Itu lebih rendah 11,11% dibandingkan dengan target 2017 senilai Rp4,5 triliun.

Rendahnya target penjualan pemasaran SMRA yang ditetapkan manajemen untuk tahun ini tampaknya disebabkan perseroan pada 2017 tidak dapat mencapai target yang ditetapkan. Karena itu, target perseroan tahun ini terlihat konservatif.

“Perseroan pada 2017 lalu meraih marketing sales sebesar Rp3,6 triliun, atau sekitar 80% dari target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp4,5 triliun,” ujar Adrianto P. Adhi, Presiden Direktur SMRA, di Jakarta, baru-baru ini.

Adrianto mengemukakan, sekitar 51% dari pencapaian penjualan pemasaran tersebut pada 2017, atau sekitar Rp1,84 triliun, berasal dari proyek Summarecon Serpong. Kemudian diikuti oleh proyek Summarecon Bandung sebesar 18%.

“Sementara itu, proyek Summarecon Bekasi, Summarecon Emerald Karawang dan Summarecon Kelapa gading masing-masing memberikan kontribusi sebesar 13%, 11% dan 7%,” imbuh Adrianto. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →