Perkuat Sinyal Jaringan, XL Bakal Bangun 10.200 BTS di Luar Jawa pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 08 Januari 2018 - 09:56 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana akan membangun 10.200 base transceiver station (BTS), atau stasiun transmisi komunikasi seluler, di luar Jawa pada 2018. Itu bertujuan untuk memperkuat sinyal jaringan komunikasi seluler yang dioperasikannya.

Total BTS yang bakal dibangun di luar Jawa tersebut mencapai sekitar 60% dari total 17.000 BTS yang akan dikembangkan pada 2018 ini. Dengan demikian, sebanyak 6.800 BTS masih akan dibangun dan dikembangkan di Pulau Jawa.

“Untuk itu, kami akan mengalokasikan dana investasi sekitar Rp4,9 triliun untuk realisasi BTS tersebut,” ujar Tri Wahyuningsih, GM Corporate Communication EXCL, di Jakarta, baru-baru ini.

Tri mengemukakan, dana investasi tersebut akan diambil dari dana belanja barang modal (capital expenditure/capex) yang rencananya dialokasikan mencapai Rp7 triliun pada tahun ini.

“Besarnya alokasi capex tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Itu karena perencanaan bisnis kami tahun ini boleh dibilang tidak terlalu berbeda dengan tahun lalu. Meski demikian, total dana capex tersebut masih belum final,” papar Tri.

Karena itu, demikian Tri, sumber pendanaan capex perseroan tersebut belum dapat dipaparkan secara terperinci. Tetapi seperti pada umumnya, dana capex tersebut berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman dari luar perseroan.

Seperti diketahui, dalam tiga tahun terakhir ini, perseroan tetap terfokus untuk mengembangkan lini bisnis data, apalagi setelah adanya kehadiran teknologi 4G. Itu karena bisnis data merupakan kontributor utama perseroan.

Per September 2017, total pendapatan EXCL yang berasal dari bisnis data tercatat sebesar Rp9,33 triliun, atau mencapai sekitar 55% dari pendapatan konsolidasi perseroan sebesar Rp16,9 triliun.

Selain layanan data, manajemen EXCL juga akan terus mengembangkan bisnis non-data, yaitu pengembangan teknologi informasi (TI), strategi pemasaran dan sebagainya. (Abraham Sihombing)

 

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →