United Tractors Alokasikan Dana Rp75 Miliar kepada Andalan Mutli Kencana

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 04 Januari 2018 - 18:31 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT United Tractors Tbk (UNTR) memberikan pinjaman senilai Rp75 miliar kepada PT Andalan Multi Kencana (AMK), anak usaha UNTR yang bergerak di bidang komoditas serta pengembangan suku cadang untuk alat berat, untuk dijadikan modal kerja AMK.

“Itu adalah keputusan manajemen untuk mengalokasikan dana Rp75 miliar menjadi modal kerja anak usaha perseroan yang dinilai lebih menguntungkan ketimbang ditempatkan di deposito perbankan,” ujar Nataza P Purba, Group Legal Function Head UNTR di Jakarta, Rabu (03/01/2018).

Karena itu, demikian Nataza, UNTR dan AMK telah menandatangani Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pinjaman Semen Saham, sehingga berbagai perjanjan sebelumnya tidak berlaku lagi.

Nataza mengemukakan, menurut perjanjian tersebut, perseroan memberikan pinjaman kepada AMK senilai maksimum Rp75 miliar yang akan digunakan untuk modal kerja AMK.

Nataza juga mengungkapkan, transaksi tersebut bukan merupakan transaksi benturan kepentingan seperti yang tertera dalam Peraturan Bapepam-LK No. IX E 1, karena tidak memerlukan persertujuan pemegang saham independen.

Saat ini, sekitar 75% kepemilikan saham di AMK dikuasai oleh UNTR dan sisanya 25% dipegang oleh PT United Tractors Pandu Engineering. Sementara itu, 99,99% dari kepemilikan PT United Tractors Pandu Engineering dimiliki UNTR. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →