Delapan Saham Pilihan Direkomendasikan BELI untuk Hari ini

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 03 Januari 2018 - 11:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Ada delapan saham yang direkomendasikan BELI untuk perdagangan hari ini. Itu karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini diprediksi bakal melanjutkan penurunan akibat aksi ambil untung (profit taking).

Dimas Wahyu Putra Pratama, analis PT Profindo Sekuritas Indonesia, mengungkapkan, secara teknikal, indikator stochastic deadcross kini telah berada di posisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi mengindikasikan bearish (penurunan).

“Dengan demikian, IHSG diperkirakan bakal terus melemah pada perdagangan hari ini,” ujar Dinas di Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Kendati demikian, menurut Dimas, potensi penurunan IHSG pada perdagangan hari ini dapat dimanfaatkan untuk mengakuisisi saham-saham pilihan. Dimas merekomendasikan BELI lima saham-saham pilihan.

Kelima saham pilihan tersebut adalah saham-saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Hal serupa diungkapkan oleh Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, yang memprediksi IHSG bakal cenderung mengalami koreksi. Kendati demikian, koreksi yang terjadi itu adalah koreksi minor, sehingga pelaku pasar disarankan untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

“Pasar saham lokal saat ini berada dalam kondisi jenuh beli (overbought). Itu terlihat dari indikator stochastic dan RSI harian secara konsolidasi,” ujar Yuganur di Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Karena itu, demikian Yuganur, jika tren penurunan itu muncul pada perdagangan hari ini, maka pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham pilihan sambil menunggu tren kenaikan berikutnya.

Untuk itu, Yuganur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Pada perdagangan Selasa (02/01/2017), IHSG ditutup turun 0,25% atau 16,41 poin ke posisi 6.339. Itu karena IHSG tertekan aksi profit taking kendati sempat menyentuh rekor tertinggi baru di tengah sesi perdagangan.

Penurunan IHSG kemarin disebabkan oleh pelemahan enam sektor yang dimotori oleh sektor perdagangan dan sektor aneka industri. Kendati demikian, investor asing membukukan pembelian bersih saham (net buying) sebesar Rp442 miliar di seluruh pasar. (Abraham Sihombing)

 

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →