Terungkap, Postur Pembiayaan Infrastruktur Pemerintahan Jokowi Tidak Ideal
INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ekonom senior Ichsanudin Noorsy mengungkapkan postur pembiayaan pembangunan infrastuktur pada Pemerintahan Joko Widodo tidak ideal.
"Angka yang muncul dari Bappenas untuk pembangunan infastktur adalah Rp 5.194 triliun. Periode 2015-2019. Kalau ini dibagi 4, kira-kira pertahun Rp 1.300 triliun," kata Ichsanudin Noorsy saat diskusi publik akhir tahun Kombatan di Rawamangun, Jakarta, Rabu (27/12/2017).
Noorsy pun membandingkan dengan negara Tiongkok dalam membangun infrastruktur yang menganggarkan pembiayaannya sekitar 6,5 sampai 7 persen terhadap Product Domestic Bruto (PDB).
"Artinya biaya yang dikeluarkan Tiongkok untuk membangun infrastkturnya tidak lebih dari angka pertumbuhan ekonominya," ujarnya kepada awak media.
Itu artinya, dengan dana Rp 1.300 triliun, pembangunan infrastktur di zaman pemerintah Jokowi lebih besar dari angka pertumbuhan ekonomi. Seharusnya, dengan PDB yang berjumlah Rp 12.446 triliun itu pemerintah cukup menganggarkan untuk pembiayaan infrastruktur dibawah itu.
"Dari PDB Rp 12.446 triliun, sepuluh persennya hanya 1.250 kalau kita ambil setengahnya hanyan 625 triliun ini ambisius namanya," demikian Noorsy.