Pertumbuhan Industri Meningkat, Pemerintah Jokowi Berada di Track Yang Benar
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi dan sejalan dengan pertumbuhan sektor industri manufaktur.
Jika pertumbuhan industri manufaktur melambat, maka berdampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi, begitupun sebaliknya.
Pada triwulan III-2017, pertumbuhan industri pengolahan non migas mencapai 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06 persen.
Cabang industri yang menopang kinerja manufaktur tersebut antara lain, industri logam dasar yang tumbuh sebesar 10,6 persen, diikuti industri makanan dan minuman 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan 6,35 persen, serta industri alat transportasi 5,63 persen.
"Sektor industri masih menjadi kontributor terbesar bagi perekonomian nasional," ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjutnya, kinerja penyerapan tenaga kerja di sektor industri pun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
"Dari 15,54 juta orang tahun 2016 menjadi 17,01 juta orang pada tahun 2017," terangnya.
Dalam dua dekade terakhir sektor manufaktur negara-negara berkembang memperlihatkan kinerja yang baik. China menunjukkan kemajuan yang pesat dalam sektor manufaktur dan menempati peringkat teratas di dunia sejak tahun 2010.
Sementara itu, Indonesia sebagai sesama negara berkembang naik secara lambat dari peringkat 18 tahun 1990 ke peringkat 11 di tahun 2015 dan peringkat 9 di tahun 2016.
Jika dilihat dari presentase kontribusi industri, Indonesia masuk dalam peringkat empat besar dunia. Indonesia juga mengalami peningkatan pada Global Competitiveness Index, yang saat ini mengalami kenaikan di posisi ke-36 dari sebelumnya peringkat ke-41.
Menurut Menperin, hingga saat ini geliat industri nasional masih menunjukkan tren yang positif. Pasalnya kinerja dari sektor manufaktur mampu melampaui pertumbuhan ekonomi.
"Ini menunjukkan bahwa adanya market confidence dan apa yang dilakukan pemerintah Jokowi sudah berada pada track yang benar," katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, apabila dilihat dari kontribusinya, industri memberikan sumbangan terbesar terhadap PDB nasional.
"Kalau digabung dengan turunannya tentu kontribusinya lebih dari 30 persen," tutur Menperin.
Menperin optimis pertumbuhan industri Indonesia akan dapat tumbuh lebih tinggi.
"Untuk itu, diperlukan kerja bersama dengan seluruh stakeholders guna menjalankan langkah-langkah strategis dalam mencapai target pertumbuhan industri tersebut," tutup Airlangga.