Hari ini, IHSG Diprediksi Turun Pasca Fitch Ratings Naikkan Peringkat Indonesia

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 22 Desember 2017 - 12:02 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal mengalami sedikit penurunan setelah mengalami kenaikan 1,2% ke posisi 6.183 pada perdagangan kemarin karena sentimen positif setelah perusahaan pemeringkat global Fitch Ratings menaikkan peringkat surat utang pemerintah Indonesia menjadi BBB.

“Pada perdagangan hari ini, sentimen positif dari kenaikan peringkat itu tampaknya bakal mereda dan pelaku pasar bakal merealisasikan keuntungan (profit taking) sehingga indeks akan sedikit tertekan,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Yuganur mengemukakan, potensi adanya sedikit penurunan pada perdagangan hari ini sejalan dengan upaya indeks untuk meredakan kondisi jenuh beli (overbought) yang telah terjadi dalam beberapa hari perdagangan terakhir ini.

“Koreksi minor yang terjadi pada perdagangan hari ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk mengakumulasi-saham-saham pilihan,” tutur Yuganur.

Yuganur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bank Jabar-Banten Tbk (BJBR) dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA). (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →