PP Properti Alokasikan Belanja Modal Rp1,6 Triliun pada 2018

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 15 Desember 2017 - 07:38 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta PT PP Properti Tbk (PPRO) akan mengalokasikan dana senilai Rp1,6 triliun untuk membiayai belanja barang modal (capital expenditure/capex) pada 2018.

Capex kami pada tahun depan akan dibiayai oleh penerbitan obligasi dan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN), ujar Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO, di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Indaryanto menjelaskan, dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dan MTN tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan mall dan hotel. Obligasi yang diterbitkan tersebut berjangka 3 tahun dan MTN nya memiliki tenor 5 tahun.

Obligasi perseroan tersebut akan diterbitkan dalam bentuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) pada tahun depan, tukas Indaryanto.

Indaryanto mengungkapkan, perseroan tampaknya lebih mudah menerbitkan MTN kendati cost of fund yang dikeluarkan lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi. Disamping itu, investor banyak yang membeli instrumen surat utang tersebut.

Kendati PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menurunkan peringkat surat utang PPRO karena peningkatan utang perseroan, investor pasar modal di diklaim tetap memiliki kepercayaan tinggi terhadap obligasi PPRO, pungkas Indaryanto.

Sepanjang Januari-September 2017, utang jangka panjang PPRO yang akan jatuh tempo dalam setahun mencapai Rp478,2 miliar. Sementara itu, utang jangka panjangnya tercatat mencapai Rp3,58 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →