Dwi Guna Laksana Pasarkan Batu Bara Berkualitas 4.200 Kkal per Kilogram

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 13 Desember 2017 - 19:29 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) memasarkan batu bara berkualitas panas 4.200 kilokalori per kilogram (Kkal/kg). Kini, perseroan memiliki persediaan batu bara berkualitas seperti itu hingga ratusan juta ton.

“Batu bara berkualitas panas 4.200 Kkal/kg tersebut sebenarnya kami produksi untuk memenuhi kebutuhan kontrak kami yang masih berlangsung hingga 20 tahun kedepan,” ujar Zulfian Mirza, Direktur Utama DWGL, usai pencatatan saham perdana di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Akan tetapi, demikian Zulfian, karena produksinya melimpah, maka manajemen DWGL berupaya untuk memasarkan batu bara berkualitas panas seperti itu ke pasaran, seiring membaiknya harga batu bara dan pergerakannya cukup stabil untuk saat ini.

Kini, DWGL memiliki kontrak untuk memasok batu bara berkualitas 4.200 Kkal/kg ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). DWGL menandatangani kontrak Perjanjian Jual Beli Batu Bara (PJBB) tersebut pada 2009. Sebelumnya DWGL memperoleh Izin Usaha Pertambangan (IUP) pada 2007.

Dalam kontrak tesebut, DWGL bersedia memasok batu bara untuk tujuh PLTU, yang diantaranya berlokasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara. Kontrak selama 20 tahun tersebut akan berakhir pada 2029.

Kemudian pada 2012, DWGL bersama PLN menandatangani tiga PJBB dalam hal memasok batu bara ke berbagai PLTU dai Sulawesi dan Jawa Timur. Pada 2013, DWGL juga menandatangani PJBB dengan sebuah PLTU di Jawa Timur. Dalam PJBB tersebut, perseroan diwajibkan untuk mamasok batu bara sebanyak 157.000 ton per bulan ke PLN.

Karena itu, demikian Zulfian, manajemen DWGL menargetkan volume produksi batu bara sebanyak 6 juta ton pada 2018. Adapun produksi batu bara DWGL tahun ini diprediksi hanya 3 juta ton.

Perseroan memiliki izin konsesi penambangan batu bara di Kalimantan Selatan. Kawasan tersebut dinilai cukup strategis karena posisinya dinilai berdekatan dengan pasar distribusi batu bara. Apalagi kontrak terbanyak perseroan berada di Jawa dan Sulawesi.

“Dengan mitra strategis kami, yaitu PT Borneo Indobara dan beberapa perusahaan pertambangan batu bara lainnya di Kalimantan Selatan, kami akan terus menggenjot produksi karena permintaan batu bara kami di pasar lokal banyak diserap oleh PLN sehingga BUMN tersebut dinobatkan sebagai konsumen terbesar DWGL,” pungkas Zulfian. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →