Jumlah Penumpang Kereta Api Bulan Oktober 2017 Naik 7,91%

Oleh : Ridwan | Senin, 04 Desember 2017 - 13:07 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Oktober 2017 sebanyak 35,1 juta orang atau naik 7,91% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek (KRL) sebanyak 28,8 juta orang," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Ia menambahkan, peningkatan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jabodetabek sebesar 9,97%. Sebaliknya wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing turun 0,52% dan 0,87%.

"Rute baru KRL Jakarta Kota-Cikarang mempengaruhi peningkatan jumlah penumpang kereta api di Jabodetabek," terangnya.

Secara komulatif, jumlah penumpang kereta api selama Januari-Oktober 2017 mencapai 322,1 juta orang atau naik 11,08% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

"Kenaikan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera," kata Suhariyanto.

Sementara itu, jumlah barang yang diangkut kereta api pada Oktober 2017 sebanyak 4,1 juta ton. Sebagian barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 2,9 juta ton.

Selama perioden Januari-Oktober 2017, jumlah barang yang diangkut kereta api mencapau 35,6 juta ton atau naik 23,69% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

"Peningkatan terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing sebesar 14,11% dan 27,99%," tutupnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →