Per September 2017, ICBP Sukses Makmur Bukukan Penjualan Rp27 Triliun

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 31 Oktober 2017 - 13:07 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Penjualan bersih konsolidasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) tercatat sebesar Rp27,43 triliun untuk periode Januari-September 2017, naik 3,6% dibandingkan realisasi di periode yang sama pada 2016 sebesar sebesar Rp26,47 triliun.

“Sekitar 63% dari penjualan bersih tersebut dikontribusikan oleh divisi mie instan,” ujar Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Sementara itu, demikian Anthoni, divisi makanan berlemak (dairy), makanan ringan (snack food), makanan berpenyedap (food seasonings), Nutrition & Special Foods serta minuman masing-masing menyumbang sekitar 20%, 7%, 3%, 2% dan 5% dari penjualan bersih itu.

Anthoni menuturkan, laba usaha meningkat 4,8% menjadi Rp4,16 triliun per September 2017 dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp3,97 triliun. Karena itu, marjin laba usaha naik dari 15% menjadi 15,2% per September 2017.

Anthoni juga mengungkapkan, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 7,4% menjadi Rp3,04 triliun dalam 9 bulan pertama 2017 dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp2,83 triliun.

“Marjin laba bersih perseroan juga turun meningkat dari 10,7% menjadi 11,1% per September 2017,” pungkas Anthoni.

Dengan demikian, menurut data tersebut, maka laba bersih ICBP per September 2017 tercatat sebesar Rp304,5 miliar dibandingkan di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp283,23 miliar. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →