White Horse Group Raih Laba Rp72 Miliar pada Triwulan III-2017

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 30 Oktober 2017 - 12:51 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – White Horse Group pada triwulan ketiga 2017 mencetak laba bersih Rp72 miliar dibandingkan kerugian di periode yang sama pada 2016 sebesar Rp18 miliar. Itu artinya, bottom line bisnis kelompok usaha tersebut melonjak 494%.

Perbaikan kinerja usaha tersebut disebabkan oleh kemampuan manajemen perseroan untuk membukukan laba usaha sebesar Rp12,8 miliar pada triwulan III-2017 dibandingkan kerugian usaha sebesar Rp5,6 miliar di triwulan III-2016.

Itu mengindikasikan lonjakan laba usaha di triwulan III-2017 sekitar 328%. Lonjakan itu muncul karena penerapan sistim operasional secara digital yang membukukan marjin laba kotor sebesar 43% di triwulan III-2017 dibanding sebesar 27% di triwulan III-2016.

Disamping itu, kemampuan perseroan meraih laba disebabkan oleh adanya penurunan biaya usaha sebesar 16% pada triwulan III-2017.

Tahun ini, perseroan menjual aset-aset yang tidak produktif karena armada angkutan harus diremajakan. Hingga September 2017, Capex yang telah direalisasikan berupa pembelian 29 unit armada bus dari total keseluruhan Capex sebanyak 40 unit bus.

Selain itu, perseroan juga meluncurkan reservasi bus online pada 11 September 2017. Fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan baru dari luar kota. Saat ini, fasilitas tersebut baru ada di Jakarta dan akan dilanjutkan di berbagai kota lainnya.

Selanjutnya, perseroan juga sedang membidik kerjasama dengan travel online lainnya dengan menjadikan bus sebagai salah satu produk yang dipasarkan. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →