Rehat Tengah Hari, IHSG Ditutup di Posisi 5.957

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 27 Oktober 2017 - 13:10 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada posisi 5.957 pada sesi pertama perdagangan Jumat (27/10/2017), naik 0,1% atau 7 poin dibandingkan posisi pada penutupan sehari sebelumnya di level 5.950.

Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.949-5.969. Total transaksi jual-beli saham tercatat senilai Rp3,05 triliun. Itu terdiri dari transaksi di pasar reguler sebesar Rp2,32 triliun dan di pasar negosiasi sebeasr Rp727 miliar.

Sementara itu, investor asing melakukan penjualan pembelian saham bersih (net buying) senilai Rp4 miliar. Mereka melakukan aksi beli saham senilai Rp931 miliar. Sedangkan, nilai penjualannya sebesar Rp928 miliar.

Kenaikan IHSG di sesi pertama perdagangan hari ini ditopang oleh peningkatan 7 indeks sektoral BEI. Indeks sektor pertambangan dan indeks sektor pertanian mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sekitar 0,3%. Sedangkan indeks sektor properti mengalami penurunan terdalam, yaitu 0,7%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang harganya naik 5% atau Rp12 menjadi Rp248 per unit, saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang harganya meningkat 3,4% atau Rp200 menjadi Rp6.150 per unit dan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang harganya terangkat 2,8% atau Rp60 menjadi Rp2.200 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top lossers adalah saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang harganya susut 3,1% atau Rp12 menjadi Rp372 per unit, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang harganya tergerus 1,2% atau Rp725 menjadi Rp62.050 per unit dan saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang harganya turun 0,9% atau Rp20 menjadi Rp2.140 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →